timbale berasal dari kata "drum"
Dalam masakan, timbale berasal dari kata "drum", juga dikenal sebagai Timballo, bisa merujuk pada jenis wajan yang digunakan untuk memanggang, atau makanan yang dimasak di dalam wajan tersebut.
Panci timbale bisa berukuran besar (seperti yang digunakan untuk memanggang panettone), atau bisa juga cukup kecil untuk dijadikan satu porsi (seperti loyang tartlet). Timbales biasanya menyempit ke arah bawah. Loyang bundt, loyang kue angelfood, dan loyang springform dapat diganti dengan peralatan roti timbale yang dibuat khusus.
Sebagai hidangan, timbale adalah isian "piring dalam" yang seluruhnya tertutup kerak. Keraknya bisa berupa lembaran pastry, irisan roti, nasi, bahkan irisan sayur. Sartu di Riso adalah kerak nasi timbale. Timballo di Melanzana menggunakan potongan terong yang tumpang tindih. Isiannya bisa berupa berbagai macam daging yang sudah dimasak, sosis, keju, sayuran, dan pasta berbentuk yang dipadukan dengan bumbu dan rempah-rempah serta "kuah" merah atau putih, yang dikentalkan dengan remah roti jika perlu. Hidangan yang sudah dirakit kemudian dipanggang hingga kulitnya berwarna kecokelatan dan panaskan isinya hingga suhu penyajian.
Baca selengkapnya